Wednesday, 8 March 2017

#UKKI-PPG V-UNY, Luangkanlah walau Sejenak

Luangkanlah walau Sejenak



Di tengah kesibukan kita pada hari ini, marilah kita renungkan bahwa apa yang kita dapatkan sampai hari ini, kesuksesan, kebahagiaan, dan kenikmatan adalah berkat do’a orang tua kita kepada Allah swt. Demikian juga ketika kita terhindar dari suatu keburukan hal tersebut tak lepas dari peran do’a orang tua.

Sebagaimana dalam hadist :
Orang tua pasti akan selalu mendo’akan anaknya disetiap nafasnya ketika bermunajat kepada Allah swt. Bahkan ada ungkapan bahwa ‘Yang tidak pernah meninggalkanmu selain Allah swt, adalah do’a ibumu’. Akan tetapi, seorang anak belum tentu selalu berdo’a untuk orang tua.

Lebih dari do’a, betapa banyak yang orang tua berikan kepada kita sedari lahir hingga saat ini kita sudah dewasa.  Namun, pernahkah kita mengungkapkan rasa terimakasih kepada kedua orang tua kita? Entah mengapa kadang kita terlalu gengsi atau malu untuk mengungkapkan rasa sayang dan terimakasih kepada orang-orang yang justru paling dekat dengan kita dengan beranggapan bahwa tanpa dikatakan pun mereka sudah mengetahuinya. Mungkin hal tersebut betul adanya. Namun alangkah menyenangkannya bila kita bisa mengungkapkannya.

Jika belum mampu melakukan hal besar untuk membahagiakan orang tua kita, mari mulai dengan hal-hal sederhana seperti mengungkapkan rasa terimakasih kepada orang tua kita untuk segala kebaikan yang tidak dapat kita membalasnya. Yuk, hari ini kita luangkan sedikit waktu untuk sekedar menanyakan kabar orang tua kita. Mungkin inilah salah satu cara kita berbakti kepada orang tua, ketika kita jauh dari mereka. Sebagai perantau, bukankah justru hal ini yang bisa menambah kedekatan kita dengan orang tua, walau jarak memisahkan?

Untuk hari ini dan seterusnya, mari kita berdo’a lebih banyak untuk kebaikan dunia dan akhirat orang tua kita.



Ya Allah, berikanlah ampunan kepadaku atas dosa-dosaku dan dosa-dosa kedua orang tuaku, dan kasihanilah keduanya itu sebagaimana beliau berdua merawatku ketika aku masih kecil, begitu juga kepada seluruh kaum muslimin dan muslimat, semua orang yang beriman, laki-laki maupun perempuan yang masih hidup maupun yang sudah meninggal dunia, dan ikutkanlah diantara kami dan mereka dengan kebaikan. Ya Allah, berilah ampun dan belas kasihanilah karena Engkaulah Tuhan yang lebih berbelas kasih dan tiada daya dan upaya kecuali dengan pertolongan-Mu.


Dwi Irawati~

HUMAS MEDIA UKKI 

Sunday, 5 March 2017

#UKKI-PPG V-UNY, Manusia Dalam Kenikmatan

Manusia Dalam Kenikmatan

Setiap detik, disadari atau tidak, manusia menjalani kehidupan dengan berbagai macam kenikmatan dari Allah swt. Tidak pernah sekejap pun, manusia tidak diberi kenikmatan. Mata yang masih bisa melihat, telinga yang masih bisa mendengar, hidung yang masih bisa mencium berbagai macam aroma, kaki yang masih bisa berjalan, mulut yang masih bisa berucap, masih bisa untuk makan dan minum, anggota-anggota tubuh yang masih bisa digerakan, dan masih terlampau banyak lainnya. Kalaupun ada manusia yang tak sempurna secara fisik, tak sempurna fungsi anggota-anggota tubuhnya, selama masih bisa bernafas, selama jantung masih berdetak, sesungguhnya masih adanya nyawa adalah bentuk kenikmatan Allah swt. Kenikmatan di dunia tidak akan pernah berhenti Allah swt. berikan, selama manusia masih hidup di dunia. Dengan demikian bisa diambil kesimpulan bahwa kematian bagi manusia merupakan kondisi dimana telah berakhirnya kenikmatan yang diterima manusia di dunia. 

Kenikmatan di dunia sebagai indikator masih hidup tidaknya manusia di dunia menjadi sunnatulloh sehingga tak mungkin manusia mampu menolaknya. Manusia bisa saja mencoba mengakhiri hidupnya di dunia, namun tetap saja Allah swt. yang memutuskan kapan kenikmatan dunia berakhir bagi setiap manusia. Manusia hanya bisa menerima sunnatulloh tersebut. Akan tetapi, tidak sedikit manusia yang tak menyadari hakikat dari kenikmatan dunia. Manusia yang tidak bertuhan mungkin salah satunya. Manusia yang masih percaya pada Sang Pencipta saja tidak semua meyadarinya. Apapun agama, keyakinan, dan kepercayaannya, ada perbedaan sikap manusia dalam menerima kenikmatan dari Allah swt. Ada yang gembira, ada pula yang sebaliknya. Umumnya manusia jika diberi kenikmatan, dalam bentuk apapun, pasti gembira. Gembira memiliki tubuh yang sehat, gembira mempunyai pekerjaan yang mapan, gembira beristrikan wanita yang cantik, gembira melihat anak-anak tumbuh sehat, gembira mendapat bonus dari atasan, gembira mempunyai harta berlimpah, gembira mempunyai kesempatan berbagi kegembiraan dengan keluarga, sahabat, teman, kenalan, anak-anak yatim, ataupun fakir miskin. Kegembiraan manusia dalam menerima berbagai macam kenikmatan ditunjukkan dengan berbagai macam ekspresi.  
  
Dalam kitab Al Hikam karya Ibnu Atho’illah As-Sakandari diuraikan tentang 3 sikap kegembiraan manusia dalam menerima kenikmatan dunia. Ketiga tingkatan tersebut yang membedakan tingkat keimanan seorang hamba pada Allah swt. Berikut ini penjelasan singkat dari 3 sikap tersebut.

Pertama.
Manusia gembira menerima kenikmatan, namun kegembiraannya hanya sebatas pada bentuk-bentuk kenikmatan yang diperolehnya. Dia melupakan Dzat yang telah memberi kenikmatan. Kegembiraan ini semata-mata karena kelezatan dan kepuasan hawa nafsu. Manusia gembira dengan kenikmatan yang diperoleh, namun tidak ingat Allah swt., melupakan ibadah, bahkan sampai ada yang meniadakan Allah swt. Kegembiraan manusia jenis ini tidak ada bedanya dengan hewan peliharaan. Tidak ada bedanya dengan ayam, kambing, sapi, atau kerbau yang diberi makan, namun tidak peduli dengan pemiliknya yang memberi makan. Hewan peliharaan tidak lebih hanya sekedar menikmati makanan. Manusia jenis pertama ini juga hanya sekedar menikmati kenikmatan saja dan tidak peduli dengan Allah swt. sehingga dia lupa cara bersyukur. 

Kedua.
Manusia gembira menerima kenikmatan dan dia mensyukuri segala kenikmatan tersebut sehingga tidak melupakan Allah swt. Manusia jenis ini adalah manusia yang memang sudah semestinya dalam mengekspresikan kegembiraan atas kenikmatan-kenikmatan yang diperolehnya. Seorang yang dermawan akan membagikan sebagian rezekinya kepada fakir miskin. Orang tua mengadakan syukuran atas prestasi yang diperoleh anaknya. Seorang pemuda menjadi bersemangat ibadah saat memperoleh pekerjaan yang dicita-citakan. Seorang pelajar yang semakin giat belajar saat diterima masuk perguruan tinggi favoritnya. Seorang nenek yang bersedekah atas kelahiran cucu yang dinanti-nantikannya. Contoh-contoh tersebut merupakan ekspresi kegembiraan yang tidak sampai terlena dengan kenikmatan-kenikmatan yang diperolehnya. Mereka tidak semata-mata menikmati kenikmatan hanya karena hawa nafsu, namun ada bentuk syukur yang mengiringinya. 

Ketiga.
Manusia yang hanya gembira dengan Allah swt. Dia melupakan segala kenikmatan yang telah Allah swt. berikan. Dia sibuk beribadah pada Allah swt. sehingga tidak terpengaruh dengan kenikmatan-kenikmatan dunia. Seakan-akan segalanya tak terlihat, kecuali Allah swt. Inilah bentuk kegembiraan atas kenikmatan yang paling tinggi tingkatannya. Hanya orang-orang tertentu saja yang mampu menggapai tingkatan ini. Hanya manusia pilihan yang mampu menunjukkan bentuk kegembiraan jenis ini. Kegembiraan jenis ini sudah tidak lagi menitikberatkan pada bentuk-bentuk kenikmatan yang diperolehnya. Manusia yang mampu mencapai tingkatan ini, diberi kenikmatan dalam bentuk apapun tidak akan menyilaukan matanya. Hatinya sudah terlanjur bahagia dengan Allah swt., namun bukan berarti dia tak sedikitpun menikmati kenikmatan. Allah swt. tetap memberinya kenikmatan, hanya saja bentuk kegembiraan atas kenikmatan tersebut teralihkan pada Dzat yang memberi kenikmatan. Inilah tingkatan bersyukur paling tinggi.
  
Sebagai hamba Allah swt. sudah menjadi kewajiban mensyukuri segala kenikmatan. Bahkan Allah swt. telah mengancam bagi siapapun yang kufur nikmat dengan siksaan yang teramat pedih. Sebaliknya, Allah swt. akan menambah kenikmatan bagi hamba-Nya yang bersyukur atas kenikmatan yang diperolehnya. Cukup dengan mensyukuri segala kenikmatan dengan tidak menolak kenikmatan tersebut, menjadikan manusia menerima segala pemberian Allah swt., termasuk saat diberi kenikmatan berupa sakit. Sakit bagi orang-orang yang terbiasa bersyukur adalah bentuk kasih sayang Allah swt. Berbeda dengan sakit yang dialami orang-orang yang kufur nikmat. Sakit bagi mereka adalah bentuk adzab yang diberikan Allah swt. sebagai balasan atas sikap kufurnya di dunia, belum lagi adzab yang akan mereka peroleh kelak di akhirat. Tidak harus dengan melupakan kenikmatan-kenikmatan yang diberikan Allah swt. untuk menjadi hamba yang dekat pada-Nya. Bentuk syukur atas setiap kenikmatan, apapun bentuknya, juga bisa membuat seorang hamba menjadi lebih dekat dengan Allah swt. Keistiqomahan dalam bersyukur itu yang terpenting sehingga menjadikan manusia tidak kufur nikmat. Akan tetapi, jika seorang hamba mampu menggapai tingkatan tertinggi dalam bersyukur, itulah rahmat dari Allah swt.   

Direkted by: ilyas
Humas media UKKI

Wednesday, 1 March 2017

#UKK-PPG V UNY, GURUKU “ART_SITEK”

Image result for arsitek

GURUKU “ART_SITEK”
Bismillahirrahmanirrahim…

Saudara-saudaraku yang saya cintai karena Allah
Sekiranya kita patut untuk terus menyukuri nikmat Allah
Menjadikan nikmat itu sebagai tenaga kita dalam segala hal. Menjadikanya sebuah power dan bahkan super power untuk melaksanakan Amanah-Nya. Amanah yang dipesan oleh Allah dalam kitab sucinya. Kemudian menjadikan kita semua sebagai palaku Narasi-Nya.

Siapapun kita yang menjalankan Amanah itu, kemudian untuk kepentingan dirinya serta manusia selainnya. Maka dialah manusia terbaik, begitulah sabda dari Sang Kekasih-Nya, Muhammad namanya.

Berawal dari kisah seorang Aktivis Politik, Sosial, Agama dan bisa dikatakan pula aktivitas lain yang dilakukannya menjadi inspirasi orang yang mengenalnya. Beliau pernah ditanya dalam sebuah wawancara. “Apa yang anda rencanakan untuk diri anda setelah checkout dari politik?”, tanya si jurnalis. Aktivis itu bilang, “mengajar!”. Kemudian jurnalis itu memberikan pilihan dalam pertanyaannya, “Bisnis atau mengajar?”, kata si Jurnalis. Namun jawabannya pun sama, “saya ingin mengajar” kata aktivis tersebut. Kemudian jurnalis tersebut bertanya kembali, “Mengapa?”. Maka dijawablah, “Atta’alimuu sunnatul anbiya’, mengajar itu adalah pekerjaan para nabi”. Begitulah jawaban seorang Aktivis tersebut.

Subhanallah, jadi Saya mengajak diri saya pribadi dan saudara-saudaraku untuk tidak minder, merasa rendah diri. Semata-mata hanya karena pekerjaan kita nanti adalah, seorang guru. Karena guru itu adalah tugas mulia, karena sejatinya pekerjaan seperti para nabi. Dan kita lah sang penerus warisan itu Insya Allah.

Dan perubahan paling besar yang bisa kita ciptakan dalam kehidupan manusia itu hanya mungkin kita lakukan, jika kita memposisikan diri sebagai guru, dalam seluruh pekerjaan kita. Baik itu di dunia pendidikan khususnya, di dunia ekonomi, didunia social politik, birokrasi dan seterusnya.

Nah, saudaraku-saudaraku yang saya cintai karena Allah. kita ini bergerak dalam bidang yang paling substansial dalam kehidupan manusia. Disebebkan karena mengajar itu Bukan Cuma memindahkan materi / mengajarkan materi kepada murid. Tetapi hakikat mengajar itu sesungguhnya adalah sina’atul insan, membentuk manusia.

Dan begitu kita menyadari bahwa hakikatnya adalah sina’atul insan, maka pekerjaan kita yang paling inti sebenarnya adalah bagaimana merekonstruksi seorang manusia. Dalam suatu masa bagaimana dia berinteraksi dengan kita Dalam proses belajar mengajar. Dan menjadikan momentum itu sebagai suatu momen yang dimana dirinya merekonstruksi dirinya secara keseluruhan.

Jadi 5 tahun, 10, atau bakhan 20 tahun lebih kemudian, jika orang itu ditanya salah satu momen apa yang paling berpengaruh di dalam hidupnya, maka dia seharusnya menyebut adalah momen ketika berinteraksi bersama kita.

Saya ingin mengajak teman-teman sekalian memikirkan ini dengan sangat serius. Salah satu poin dalam proses Sina’atul insan itu ialah membentuk kembali mainset, cara berfikir manusia. Berfikir dengan cara yang jauh lebih progresif dari pada yang sebelumnya.

Krenanya membentuk mainset, membentuk karakter manusia. Maka pelaku arsitek peradaban manusia muslim (terutama seorang pengajar/guru/pendidik) itu setidaknya mempunayai 4 mainset secara berfikir. 4 mainset arsitek peradaban.
  1. Manusia muslim itu harus mempunyai yang disebut dengan Akliyatu Handasyah. Mainset Engineering, mainset sebagai perekayasa.
  2. Manusia muslim itu harus punya Akliyatu Taskhiir, Mainset sebagai penakluk.
  3. Manusia muslim itu harus punya yang disebut dengan Akliyatut Tajriib, mainset sebagai penjelajah.
  4. Akliyatul i'daad, mainset sebagai innovator.

Mainset yang pertama Akliyatu Handasyah, teman teman sekalian. Itu sebenarnya murni karena demikianlah Allah mengatur struktur kehidupan kita, maka kita harus memiliki sifat akliyatu handasyah. Mainset perekayasa.

Kalau kita lihat pada ayat-ayat dasar penciptaan, Allah mengatakan dalam QS. Al Baqarah ayat 30,  

"Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi"

Maka, untuk itulah Allah menciptakan kita semua di semesta ini. Untuk merealisasikan kehendak-kehendak Allah dalam kehidupan kita di Bumi ini. Dan inilah yang kemudian menjadi pendukung unsur-unsur peradaban.

Yang pertama adalah Misi,
yang ke dua adalah manusia sebagai pelaku,
yang ke tiga adalah ruang, tempat,
dan yang ke 4 adalah waktu,

Misi itulah yang dituliskan Allah dalam kitab suci dan dijelaskan serta dijalankan oleh nabi-nabi, sebagai pelakunya. Maka itulah pekerjaan mereka. Berarti kalau kita menyampaikan kebaikan-kebaikan dalam kitab suci dan AsSunnah dan mengajak manusia, dalam masa-masa yang berbeda, dalam perubahan ruang dan waktu. Maka bisa dikatakan kita telah melaksanakan pekerjaan, seperti pekerjaan nabi-nabi. Karena kita termasuk dalam unsur peradaban.

Nah, saudara-saudara sekalian dengan cara seperti ini, Al Quran ingin mengajarkan kita tentang satu poin dalam cara berfikir. Bahwa jika tujuan hidup kita mengatur kehidupan ini, missal dalam dunia pendidikan. Maka tugas kita ini sebenarnya adalah tugas seorang desainer dan Engineer, perekayasa. akliyatu handasyah. Dengan mempertimbangkan realitas-realitas ruang dan waktu. 


Nah, pemikiran seperti inilah yang sering hilang dalam kehidupan kita sekalian. Itulah makanya hidup kita sering diatur oleh orang lain, karena kita sendiri tidak tahu bagaimana cara mengatur hidup kita sendiri dengan baik.

Yang ke dua
Akliyatu Taskhiir, mainset penakluk

Kalau kita menonton acara Planet Animals, kita akan tau sesi program tentang Wild Animals, binatang liar. Coba perhatikan cara singa atau harimau memandang. Singa itu kalau dibanding gajah, badanya tidak terlalu besar. Tapi apa yang disebut raja hutan itu gajah?, tidak. Bukan juga badak, bukan juga jerapah, atau bukan juga buaya. Tapi singa. Perhatikan cara singa memandang, pandangannya itu adalah pandangan sang penakluk.

Nah, kalo kita fight sama singa kita pasti kalah, kalau kita fight sendiri dengan singa tanpa alat pelindung. Tapi dengan akal kita, kita bisa kumpulkan sing-singa itu dalam sebuah sebuah taman safari yang indanh. Itulah yang disebut dengan Akliyatu Taskhiir.

Manusia itu tidak bisa menyelam seperti ikan, tidak bisa terbang seperti burung, dan tidak bisa berlari seperti ceetah. Tapi dengan tools yang namanya akal/ Mindset ini. Kita bisa menciptakan kapal selam yang jauh lebih bisa menyelam besar dari pada ikan, pesawat terbang yang jaraknya jauh lebih panjang daripada yang bisa ditempuh oleh burung, dan kendaraan-kendaraan cepat lainnya. Itulah penaklukan.




Jadi kalau kita menghadapi kendala-kendala dalam proses desain tadi. Kita akan memandang semua masalah itu dalam perspektif Taskhiir, Penakluk.

Yang ke Tiga
Adalah Akliyatut Tajriib, mainset sebagai penjelajah

Aqliyatu Tajribiyah atau mindset eksperimentasi. Seorang Muslim harus mengeksekusi gagasan mulianya. Melalukan uji coba atas inovasi dan kreativitasnya dalam sebuah laboratorium kehidupan. Trial and error. Uji coba, gagal, evaluasi, sempurnakan lalu coba lagi. Begitu seterusnya sampai berhasil.


Allah SWT. Berfirman dalam Al Quran

"Berjalanlah kamu (di muka) bumi, lalu perhatikanlah”

Jadi, Jelajahilah bumi ini, lalu lihat, perhatikan, analisa. Berapa kali itu terulang dalam alquran.
Itu adalah metodologi yang diajarkan oleh quran kepada kita semuannya. 
Studi banding, belajar kemana mana, jelajahi, perhatikan dan ambil ilmunya.


Yang ke 4,
Adalah Akliyatul i'daad, mainset sebagai innovator
SEBUAH PUISI

“ Tuhan engkau menciptakan hutan-hutan…
“Dan aku merubahnya menjadi taman-taman…

Hutan itu adalah pencitaan pertama, dan merubah hutan menjadi taman itu adalah penciptaan kedua, dan itulah yang disebut sebagai Innovator dan memikirkan hal-hal yang tidak difikirkan oleh kebanyakan orang. Inovasi inilah yang harus kita miliki dan kita ajarkan juga kepada anak-anak didik kita kelak. Termasuk juga anak kandung kita sendiri.

semoga memberikan inspirasi serta membuka cakrawala berfikir kita semua dengan lebih baik. Aamiin.

Tulisan ini,
Inspirasi dari sebuah kajian yang saya kagumi sekali pematerinya. J



Sunday, 26 February 2017

#UKKI-PPG V-UNY, WAHAI ENGKAU SOSOK YANG ALLAH MULIAKAN

#UKKI-PPG V-UNY, WAHAI ENGKAU SOSOK YANG ALLAH MULIAKAN



Berlindung kita kepada Allah dari kata-kata yang diindahkan. Berlindung kita dari para syetan yang terus semangat untuk menggoda manusia, bahwa sesungguhnya 60 +- usia kita merupakan waktu yang sangat sempit,

Untukmu para sosok yang Allah muliakan, Guru...

Wahai engkau para penyambung kemuliaan. Ikatkah engkau dengan Syeikh Al Bantani dari Banten itu, meskipun dipenjara karna teriakan tauhidnya dan memutuskan untuk menimba ilmu kemekkah, ikatan batin dengan tanah air begitu kuat dan menggelora. Tidakkah kita ingat dengan ini “sungguh jauh bukan melemahkan senjataku untuk melawan penjajah, ada hal yang mereka takutkan, mendidik dengan keimanan murid murid ku ini, dan dia akan kembali ke tanahku bagaikan membawa matahari untuk negeri gelap”.

Wahai engkau sosok penentu arah negeri ini. Ikatkah engkau Syahrir kecil yang menggemparkan meja dunia itu. Yang menjadikan negeri ini mempunyai tonggak tonggak penyangga. Dengarkan ini “Sesungguhnya tugas awal negeri ini adalah mendidik, baru selanjutnya kita petakan kemerdekaan”. Ini semua mengenai dirimu, Guru..


Wahai engkau pilar utama pertiwi ini. Ingatkah engkau dengan keputusan Deuwes Dekker yang memancangkan ketauhidan didalam sanubaarinya hingga Islam membuka cahaya jalanNya dengan satu kerja akhirat “GURU”. Yang menjadikan hari hari nya menjadi indah, yang menjadikan anak anak bangsa ini percaya akan harapan. Setia Budi, itu nama jalanan surga didunia.

Image result for SANTRI SANTRI DULU HORMAT KE GURU

Wahai engkau sebagai perantara jalan cahaya. Ingatkah engkau dengan guru yang bernama Azzam, tak dibayar, tak bertangan, satu kaki, mata yang dicungkil oleh tentara suriah. Tak ada apa apa, pikiran mengenai harta, jabatan, kemapanan. itu seperti dunia lain. Namun, izin Allah, perantaranya, pasir darah menjadi lautan semangat bagi muridnya, tangisan si kecil suriah menjadi senyuman bagi ayah dan ibunya, berkelana mengumpulkan buku buku yang koyak koyak. Namanya terukir oleh muridnya “sang guru”.


Wahai engkau sosok penyambung senyuman,
Wahai engkau sosok yang mengatakan pada muridnya “kepalan tanganmu lebih besar dari dunia ini”
Wahai engkau sosok yang orang tua bisa tersenyum besar, meski matahari menyengatnya,
Wahai engkau sosok yang Ibu pertiwi terus merindu,
Wahai engkau sosok yang Rasulullah dan para sahabat rindu akan salaman dan memelukmu,
Wahai engkau sosok, sosok.., Allah yang terus membanggakanmu diseluruh jagat raya...
Wahai engkau Guru..



“Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengejarkan kebajikan, niscahaya diberi petunjuk oleh Allah karena keimanannya. Mereka didalam surga yang penuh dengan kenikmatan, mengalir dibawahnya sungai sungai” (YUNUS: 9)  

UKKI PPG V UNY/HUMAS MEDIA,

    

Thursday, 23 February 2017

#UKKI PPG V UNY, SEKAPUR SIRIH


#UKKI PPG V UNY, SEKAPUR SIRIH

Saya baru sekali ini membuat tulisan
Sekapur Sirih,

Semoga daun sirihnya tidak layu 😬😜

Bismillah...
Alhamdulillah,  😬

Segala puji hanya milik Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang telah mengumpulkan kita di Ma’had tercinta ini, mempertemukan kita dalam keadaan tidak saling tahu, tidak saling kenal, karena setiap kita datang dari kampung halaman yang berbeda, bersama kita datang ke tempat ini guna menimba ilmu pendidikan yang kita harapkan bersama…



Segala puji hanya milik Allah Subhanahu Wa Ta’ala, yang mana kemudian Dia menanamkan benih-benih persahabatan dan persaudaraan di dalam hati kita, sehingga kita bisa saling kenal, bisa saling peduli, bisa saling toleran, bisa saling berkasih-sayang, bisa saling bantu-membantu, bisa saling menasehati, dan bisa saling-bersaling lainnya... sehingga terasalah rasa kekeluargaan di dalam hati kita masing-masing...

Sholawat dan salam tercurah sepenuhnya kepada Sang Kekasih_Nya. Insan paling mulia di Hadapa_Nya, paling teladan sampai akhir zaman_Nya. Keteladanannya, pengetahuannya, karakter social, politik, ilmu kesehatan, hingga menerapkan cinta menjadi rujukan insan manusia sesudahnya bahkan hingga yang berbeda agama, pun mengakuinya. Adalah beliau, Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam. Yang semoga, kita dapat meneladani pribadi mulianya, memperjuangkan sunnah-sunnah nya hingga berjumpa di Surga_Nya. Aamiin

Saudara-saudariku yang saya cintai karena Allah

Hampir 2 tahun kita terus melangkah dalam proses panjang menuju pertemuan ini. Katakanlah, visi misi kita sama. Menjadi pendidik yang menginspirasi insan manusia, membentuk serta merekonstruksi anak manusia menjadi manusia yang membawa perubahan bermakna bagi dirinya dan lingkungannya serta bermanfaat bagi sesamanya. 



Saya mengucapkan Alhamdulillah, atas pertemuan kita di Ma’had tercinta, UKKI PPG V Jogjakarta

Saya mengucapkan Jazakumullah, atas partisipasi kawan-kawan mau terlibat dalam perjuangan dan berkumpul menuju surga_Nya.

Saya Beristighfar, atas amanah yang diberikan ke saya dan melibatkan teman-teman semua, namun semoga kita berjuang bersama demi Agamanya.

Saya Bertakbir dan berdoa, semoga Allah meridhoi kita disetiap langkah kita berpadu menjadi agen kebaikan, serta memperjuangkan Dakwah_Nya.


Ya Allah, kuatkanlah ikatannya,
dan kekalkanlah cintanya,
dan tunjukkanlah jalannya,
dan penuhilah ia dengan cahaya yang tiada redup,
dan lapangkanlah dada-dada dengan iman yang berlimpah kepada-Mu,
dan indahnya takwa kepada-Mu,
dan hidupkan ia dengan ma'rifat-Mu,
dan matikan ia dalam syahid di jalan-Mu.
Sesungguhnya Engkau sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong.

Wednesday, 22 February 2017

BERPEGANG TEGUH, TEGUHLAH

BERPEGANG TEGUH, TEGUHLAH



semoga Allah selalu memberikan keteguhan kepada kita semua, nasehat ulama,..

Malik bin dinar rahimahullah berkata "Sesungguhnya hati itu apabila tidak pernah sedih, maka ia seperti rumah rusak tidak dihuni. Dan, sesungguhnya hati orang mukmin itu mendidih (senang) dengan amalan amalan ketaatan, sedangkan hati orang fajir itu mendidih (senang) dengan perbuatan perbuatan keji. Dan Allah melihat kesedihan kalian, maka lihatlah apa ( yang kalian perbuat ketika dirundung) kesedihan". (Raudhah Al 'uqla wa nuzhah al fudhala' 12)

Al hasan rahimahullah berkata, " barangsiapa yang cinta dunia dan senang kepadanya, maka hilanglah dari hatinya rasa takut terhadap hari kiamat. Dan, barang siapa yang menginginkan ilmu kemudian ia bertambah semangat terhadap harta, maka Allah tidak akan menambah dunianya kecuali yang sudah ditentukan, tidak bertambah kecuali kebencian Allah"

Sufyan Ats Tsauri berkata "orang 'alim itu dokter agama, dan dirham adalah penyakit agama. Apabila dokternya saja sakit, maka bagaimana mungkin ia menyembuhkan orang lain"






Tuesday, 21 February 2017

KENIKMATAN SURGA, Yuk ingat ulangku

KENIKMATAN SURGA, Yuk ingat ulangku


Image result for pohon besar

Begitu indah dan menyenangkan surga Alloh Subhanahu wa Ta’ala pada jiwa-jiwa anak manusia yang diberi hati dan akal yang jernih pada jasadnya, karena didalamnya terdapat kenikmatan-kenikmatan yang tiada tara, luasnya tempat yang yang tidak bisa diukur oleh manusia, keindahan yang sangat menyilaukan dan mengagumkan hati manusia serta kelezatan – kelezatan yang tidak  dapat menandinginya segala kenikmatan dunia.



Kemudian diantara kenikmatan-kenikmatan surga Alloh Subhanahu wa Ta’ala yang akan diberikan bagi penghuninya  adalah :

Yang Pertama : Dapat melihat Alloh, bagi orang-orang mu’min yang masuk ke dalam surganya.

Hal ini sebagaimana telah  disebutkan dalam kitab ‘Uluwul Himmah Fii Tholabil Jannah,” Sesungguhnya kenikmatan yang paling utama yang akan diperoleh  penghuni surga adalah dapat melihat Alloh”(1). Dan begitu juga dikatakan dalam kitab syarh Lum’atul I’tiqod “ orang orang mu’min melihat Robb mereka di akhirat dengan penglihatan mereka yang kemudian mereka menjumpai Alloh dan saling berdialog. Dan Alloh pun berfirman :

[وُجُوهٌ يَوْمَئِذٍ نَاضِرَةٌ [22] إِلَىٰ رَبِّهَا نَاظِرَةٌ [23
Wajah-wajah (orang-orang mukmin) pada hari itu berseri-seri. Kepada Tuhannyalah mereka melihat.
( Qs: Al - Qiyaamah : 22-23)

Rasulullah juga bersabda dalam haditsnya:
إنكم ترون ربكم كما ترون هذا القمر لاتضمون فى رؤيته
Sesungguhnya kalian akan melihat Robb kalian sebagaimana kalian melihat bulan ini dimana kalian tidak akan terhalangi sedikitpun dalam melihat Alloh. (Hr. Bukhori Muslim ){2}.

Sungguh merupakan kenikmatan yang sangat besar ketika kita dapat melihat Alloh Subhanahu wa Ta’ala yang maha kuasa yang dapat menciptakan segala alam semesta dengan berbagai bentuk dan rupa, senantiasa membagikan rizki pada semua mahluknya, mengatur alam semesta tanpa sedikitpun  meminta bantuan hambanya, yang merajai segala raja dan kerajaan yang ada didunia, dengan penuh keadilan dan jauh dari aneka bentuk kedholiman yang hina. Dan masih banyak lagi kesempunaan Alloh Subhanahu wa Ta’ala. Oleh karena itu kita hendaknya senantiasa merindukan-Nya agar bisa  berjumpa dan melihatnya, ditempat yang  kekal nan abadi kita didalamnya.

Yang kedua : Sungai-sungai dan mata air surga 

Sungguh sangat menyenangkan dan menggembirakan jiwa ketika dapat menikmati sungai-sungai surga yang dihiasi dan dilengkapi dengan emas, batu-batu mutiara dan  air yang lebih  manis dari madu dunia.

Sesungguhnya termasuk sungai –sungai surga Alloh adalah Al-Kautsar, dan sungguh Alloh telah menyebutkanya dalam Al-Qur’an :

إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ
Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak.  ( Qs : al kaustar : 1).

Rasulullah pun telah bersabda :

الكوثر نهر فى الجنة حافتاه من ذهب ومجراه من الدر واليقوت تربته أطيب ريحا من المسك ومائها أحلى من العسل وأشد بياضا من الثلج

رواه أحمد وابن ماجه وصححه الألبانى

Artinya : Al-Kaustar adalah sungai yang berada dalam surga yang dihimpit dengan emas, tempat aliran airnya dari batu mulia dan batu mutiara yang terharumi dengan wewangian yang lebih harum dari minyak kasturi, yang airnya lebih manis dari madu serta warnanya lebih putih dari salju”. (Hr. Ahmad dan Ibnu Majah dishohihkan Syaikh Al-Bani dalam Shohihul Jami’/4915).

Yang ketiga : Cantik nan jelita wanita surga. 

Alloh Subhanahu wa Ta’ala telah berfirman dalam dalam surat Ar-Rohman : 58

كَأَنَّهُنَّ الْيَاقُوتُ وَالْمَرْجَانُ
Seakan-akan bidadari itu permata yakut dan marjan.

Dan Rasulullah saw bersabda dalam haditsnya:

للرجل من أهل الجنة زوجتان من الحور العين على كل واحدة سبعون حلة يرى مخ ساقها من وراء الثياب
رواه أحمد والترميذى وصححه الألبانى

Bagi seorang laki-laki yang termasuk penduduk surga mempunyai dua istri dari bidadari surga, dimana setiap bidadari tersebut terlapisi dengan kain sampai  tujuh puluh lapisan akan tetapi senantiasa terlihat tulang sumsum betisnya dari balik hijab ( lapisan).(Hr. Imam Ahmad dan Tirmidzi yang dishohihkan Syaikh Albani dalam Shohihul Jami’/2564)

Wahai saudaraku, sabda rasulullah diatas menggambarkan begitu indah dan nikmatnya surga Alloh yang senantisa akan diberikan pada semua anak manusia yang senantiasa taat dan patuh kepada Robbnya dalam kehidupan dunia. Begitulah kecantikan wanita surga yang tidak akan pernah kita dapati wanita tersebut dalam kehidupan dunia. Bidadari surga akan senantiasa muda belia tidak akan pernah tua sebagaimana wanita-wanita dunia dimanapun keberadaan mereka. Bahkan umur mereka (bidadari-bidadari surga) adalah umur yang sangat ideal bagi kaum laki-laki yang menjadi penghuni surga Alloh Subhanahu wa Ta’ala. Hal ini disebutkan Alloh Subhanahu wa Ta’ala dalam firmanya :

Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa mendapat kemenangan, (yaitu) kebun-kebun dan buah anggur, dan gadis-gadis remaja yang sebaya. ((QS. An-naba’ :31-33))
Dan telah dikatakan oleh Al-Imam Ibnul Qoyyim Al-Jauziyah dalam kitabnya Al-Khadiy Al-Arwah:” Adapun kata al kawa’ibu adalah bentuk jamaknya dari kata kaa’ib yang mana bermakna seorang wanita jelita yang berparas cantik. Dan telah berkata juga Al-Imam Qotadah, Mujahid, Kilabiy dan ahli tafsir lainya bahwa kawaa’ib adalah wanita jelita ”. (3). Begitulah gambaran umur bidadari surga Alloh yang akan diperuntukan bagi hamba-hambanya yang senantiasa setia kepada-Nya , sampai hari kiamat tiba.

Demikianlah sekelumit keindahan-keindahan surga , yang menjadikan jiwa-jiwa hamba yang jernih senantiasa meridukanya, semoga Alloh yang maha kuasa menjadikan kita termasuk penghuni surga, karena inilah hakekat puncak tujuan kita dalam kehidupan dunia yang fana,  dimana semua akan binasa ketika hari yang dijanjikan Alloh telah tiba. Kita sebagai manusia biasa, hanya bisa berusaha dan berdo’a agar Alloh berkenan menjadikan kita sebagai penghuni surga, yang kekal nan abadi keberadaanya. Kemudian bagaimanakah usaha kita dalam menggapai surga yang dipenuhi kenikmatan dan keindahan didalamnya? kita kembalikan semua usaha dan amalan kita dalam menggapainya, pada Al-Qur’an yang mulia serta sunnah nabi-Nya dengan pemahaman rasulullah yang diwarisi para shahabatnya dan para pengikutnya yang sentiasa meniti jejaknya sampai maut menjeputnya
HUMAS MEDIA UKKI PPG V UNY
Image result for ppg sm3t